← Semua Artikel Keamanan Website

Backup Website: Seberapa Sering dan Disimpan di Mana?

📅 Minggu, 11 Oktober 2026⏱ 3 menit baca✍️ Tim NAFA Tech

Website bisa bermasalah kapan saja: salah update, kesalahan manusia, serangan, atau gangguan server. Backup adalah asuransi paling murah untuk situasi seperti itu, tetapi sering baru dipikirkan setelah terlambat.

Apa yang perlu dicadangkan

Seberapa sering

Sebagai pedoman umum, ikuti seberapa sering datanya berubah. Website yang menerima pesanan atau donasi sepanjang hari perlu backup lebih sering daripada website profil yang jarang diubah. Pertanyaan sederhananya: berapa banyak data yang rela hilang kalau terjadi masalah hari ini?

Disimpan di mana

Backup yang hanya ada di server yang sama ikut hilang bila server bermasalah. Prinsip yang sering dipakai adalah tiga salinan, pada dua jenis penyimpanan berbeda, dengan satu salinan di lokasi terpisah.

Uji pemulihannya

Backup yang tidak pernah dicoba dipulihkan belum tentu bisa dipakai. Sesekali pastikan salinan itu benar-benar dapat dikembalikan.

Tanyakan ke penyedia jasa

Backup adalah bagian dari perawatan rutin. Baca juga Kenapa Maintenance Website Itu Penting dan Pentingnya Keamanan Website Bagi Bisnis Kecil.

Ingin memastikan website Anda punya cadangan yang aman?

Konsultasi via WhatsApp

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa saja yang perlu dibackup dari sebuah website?

File website, database, dan pengaturan penting yang dibutuhkan untuk memulihkan website saat terjadi masalah.

Seberapa sering website perlu dibackup?

Sesuaikan dengan seberapa sering data berubah. Website dengan pesanan atau donasi harian perlu backup lebih sering daripada website profil.

Apakah cukup menyimpan backup di server yang sama?

Tidak disarankan. Bila server bermasalah, backup ikut hilang. Simpan juga salinan di lokasi yang terpisah.

Apakah backup perlu diuji?

Ya. Backup baru berguna bila terbukti bisa dipulihkan, jadi sesekali lakukan uji pemulihan.